PUDING COKELAT YUMMY :)
ALAT
DAN BAHAN
2.1 Alat
Alat yang digunakan dalam percobaan
ini adalah:
a.
Cetakan
puding 1
buah
b.
Panci 1
buah
c. Sendok sup besar 1 buah
d.
Gunting
1 buah
e.
Pisau 1 buah
f.
Gelas
1 buah
2.2 Bahan
Bahan yang digunakan dalam
percobaan ini adalah:
a. Agar-agar
warna coklat 1
bungkus
b.
Susu cair dan Coklat bubuk 1 bungkus
c. Air secukupnya
Sistem
Koloid
Sistem koloid terdiri dari dua fase yaitu :
a.
Fase zat terdispersi
Fase zat terdispersiyaitu zat yang fasenya
berubah kecuali jika zat yang dicampur
mempunyai fase yang sama.
b.
Fase zat
pendispersi
Fase zat pendispersi atau fase medium, yaitu zat
yang mempunyai fase yang tetap pada sistem koloidnya.
No.
|
Fasa
Terdispersi
|
Fasa
Pendispersi
|
Nama
|
Contoh
|
1
|
padat
|
Gas
|
aerosol
|
asap, debu di udara
|
2
|
padat
|
Cair
|
sol
|
sol emas, sol belerang, tinta, cat
|
3
|
padat
|
Padat
|
sol padat
|
gelas berwarna, intan hitam
|
4
|
cair
|
Gas
|
aerosol
|
kabut
|
5
|
cair
|
Cair
|
emulsi
|
susu, santan, minyak ikan
|
6
|
cair
|
Padat
|
emulsi padat
|
jeli, mutiara, opal
|
7
|
gas
|
Cair
|
buih
|
buih sabun, krim kocok
|
8
|
gas
|
Padat
|
buih padat
|
karet busa, batu apung
|
3.3 Puding
Puding terbuat dari agar-agar yang karbohidrat
dengan berat molekul tinggi yang mengisi dinding sel rumput laut. Merupakan
suatu polimer yang tersusun dari monomer galaktosa. Agar-agar dapat dibentuk
sebagai bubuk dan diperjualbelikan. Gel terbentuk karena pada saat dipanaskan
di air, molekul agar-agar dan air bergerak bebas. Ketika didinginkan,
molekul-molekul agar-agar mulai saling merapat, memadat dan membentuk kisi-kisi
yang mengurung molekul-molekul air, sehingga terbentuk sistem koloid padat
dalam cair atau yang disebut dengan sol liofil di mana fase terdispersinya senang
akan medium pendispersinya (senang akan cairan) atau di katakan juga afinitas
atau daya tarik terhadap mediumnya sangat kuat. Koloid terbentuk melalui cara
dispersi.
Sifat ini menarik secara inderawi sehingga banyak
olahan makanan melibatkan agar-agar,seperti pengental sup, puding (jelly),
campuran es krim, anmitsu (di Jepang), Agar-agar dikenal luas di daerah Asia
Tropika sebagai makanan sehat karena mengandung serat atau fiber lunak yang
tinggi dan kalori yang rendah. Kandungan serat lunak yang tinggi membantu
melancarkan pembuangan sisa-sisa makanan di usus (laksatif). Selain digunakan
sebagai makanan, agar-agar juga digunakan secara luas di laboratorium sebagai
pemadat kemikalia dalam percobaan, media tumbuh untuk kultur jaringan tumbuhan
dan biakan mikroba, dan juga sebagai fase diam dalam elektroforesis gel. Di
laboratorium, agar-agar (biasanya dikemas dalam bentuk bubuk) dikenal sebagai
agar atau agarosa saja
3.4 Manfaat Puding Coklat
Puding coklat ternyata sangat
membantu metabolisme tubuh kita. Menurut beberapa sumber, ternyata puding ini
terdiri atas 600 kalori, protein, serta karbohidrat. Puding coklat sebaiknya
dimakan pada waktu pagi hari, ketika metabolisme tubuh sedang aktif.Dengan
begitu, biasanya seseorang dapat bekerja justru lebih baik dengan kelebihan
kalori sepanjang hari. Sarapan pagi penting dalam menyediakan energi untuk
melaksanakan perkerjaan, juga membantu fungsi otak dan mendorong dimulainya
metabolisme. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika pada waktu sarapan, juga
ditambahkan jenis makanan penutup, seperti puding coklat.
Hal ini dapat mengontrol nafsu makan
sepanjang hari, dan semua itu ternyata penting untuk menurunkan berat badan.
Itulah salah satu manfaat puding ini sebagai makanan penutup pada waktu
sarapan.
Menikmati kesegaran puding ini
memberikan rasa yang begitu berbeda, apalagi jika dapat diolah dengan benar.
Namun, banyak juga hal yang terjadi di luar kemampuan kita. Jika bukan ahli
memasak, biasanya selalu ada kemungkinan untuk gagal. Walau kita sudah membaca
resep dengan benar dan takaran yang sesuai.
Kelebihan protein tidak
disimpan dalam tubuh melainkan akan dirombak di dalam hati menjadi senyawa yang
mengandung unsurN,seperti NH3 (amonia) dan NH4OH (amonium
hidroksida),serta senyawa yang tidak mengandung unsur N.
CARA KERJA
DATA
HASIL PENGAMATAN
a.
Saat serbuk agar-agar dicampurkan dengan air, serbuk
agar-agar dapat larut dalam air.
b.
Puding membentuk padatan setelah adanya proses
pendinginan.
c. Informasi Rinci Komposisi Kandungan
Nutrisi/Gizi Pada Puding :
Nama Bahan Makanan
: Puding
Nama Lain / Alternatif : Pudding (Menu Pgln)
Banyaknya Puding yang diteliti (Food Weight) 100 gr
Bagian Puding yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) 100 %
Jumlah Kandungan Energi Puding 194 kkal
Jumlah Kandungan Protein Puding 1,9 gr
Jumlah Kandungan Lemak Puding 0 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Puding 0 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Puding 33,5 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Puding 0 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Puding 0,2 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Puding 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Puding 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Puding 189 mg
Nama Lain / Alternatif : Pudding (Menu Pgln)
Banyaknya Puding yang diteliti (Food Weight) 100 gr
Bagian Puding yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) 100 %
Jumlah Kandungan Energi Puding 194 kkal
Jumlah Kandungan Protein Puding 1,9 gr
Jumlah Kandungan Lemak Puding 0 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Puding 0 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Puding 33,5 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Puding 0 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Puding 0,2 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Puding 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Puding 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Puding 189 mg
Keterangan
:
Riset/penelitian
pada Puding yang berbeda bisa menghasilkan perbedaan hasil yang didapat karena
berbagai faktor yang mempengaruhi. Mohon maaf apabila ada kesalahan atau
kekurangan pada informasi daftar komposisi bahan makanan Puding ini.
HASIL
DISKUSI
Puding merupakan salah satu contoh
koloid. Puding merupakan koloid jenis emulsi padat yang dimana fase
terdispersinya adalah cair (air), sedangkan fase terdispersinya adalah padat
(bubuk agar-agar). Gelatin yang terkandung dalam puding merupakan emulgator
yang berfungsi sebagai pengemulsi dan pengikat air.
Selain itu, puding bersifat sol
liofil. Yang dimana, solliofiladalah
sol dengan faseterdispersinya sedangakan medium pendispersinya (sedangakancairan) atau di katakan jugaafinitasataudayatarikterhadapmediumnyasangatkuat.
Proses pembuatan puding adalah dengan cara kondensasi.
Kondensasi adalah cara pembuatan koloid dari partikel kecil
(larutan) menjadi partikel koloid. Yang dimana proses kondensasinya dilakukan secara fisika yaitu
pendinginan, penggantian pelarut dan pengembunan.
KESIMPULAN
Puding merupakan koloid jenis emulsi
padat. fase terdispersinya adalah cair, sedangkan fase terdispersinya adalah
padat
Puding merupakan koloid yang baik
bagi kesehatan, karena didalam puding terkandung serat yang baik bagi
pencernaan.
DAFTAR PUSTAKA
ujianpraktek-kimia-tik.blogspot.com
softilmu.blogspot.com
pustakapanganku.blogspot.com







0 komentar:
Posting Komentar